Demak – Dosen Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan Sekolah Vokasi Undip mendukung pengembangan pertanian organik di Desa Bedono, Sayung, Kabupaten Demak. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk ” Keterlibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Pertanian Organik untuk meningkatkan Taraf Ekonomi.” Tim menyerahkan bantuan berupa bibit sayuran serta media tanam.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat ( PKM ) Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan ( TRKP ) Sekolah Vokasi Undip, Budi Utomo, AT, MT mengatakan, sayur organik diinilai lebih sehat daripada sayur nonorganik. ” Selain nutrisinya yang lebih tinggi, sayur organik yang dibudidayakan tanpa bahan kimia lebih aman untuk dikonsumsi.” Ucap Budi Utomo “.

Turut hadir saat penyerahan bantuan, sejumlah dosen antara lain Dr. Mohd Ridwan, ST, MT., Dr. Sunarso Sugeng AT MT, Sarwoko AT, M.Kes., Adi Kurniawan Yusim S.Si, MT serta sejumlah mahasiswa. Bantuan diterima ketua kelompok Sentra Pupuk Daduk, Fadholi didampingi ketua RW 01 Bedono.  Adapun bibit sayuran yang diberikan antara lain cabai rawit keriting, cabai rawit. kenikir, tomat, terong ungu, kemangi, sawi dan seledri. Sedangkan untuk media tanam menggunakan daduk, yakni puput buatan warga Dukuh Bedono dari mangrove.
” Warga dapat memanfaatkan sumber daya yang melimpah disekitar, salah satunya limbah mangrove untuk dijadikan pupuk,” jelasnya.

Disinggung waktu tanam, Budi menyebut bisa dilakukan saat warga tidak melaut karena musim hujan atau gelombang tinggi. Pihaknya berharap, hasil pertanian organik mampu meningkatkan perekonomian warga Desa Bedono. Sementara Fadholi mengatakan, untuk mensiasati lahan wilayahnya yang kerap terendam rob, tanaman ditanam dalam kompos blok.

” Kompos Blok bisa digunakan selama satu tahun. Selama rentang waktu tersebut, tanaman tidak usah diberi pupuk lagi. Sebagai pupuk, kami menggantikannya dengan daduk yang memiliki fungsi sama atau bahkan lebih baik dari kompos biasa “. Ujarnya