Mahasiswa TRKP Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Raih 2 Silver Medal di AISEEF 2026, Kompetisi Internasional yang Diikuti 447 Tim dari 9 Negara


Semarang – Enam mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP), Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) berhasil meraih 2 Silver Medal dalam ajang AISEEF 2026 yang diselenggarakan pada 10–12 Februari 2026 di Universitas Diponegoro.

AISEEF (ASEAN Innovative Science, Environmental and Entrepreneur Fair) merupakan kompetisi inovasi dan riset internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Ajang ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya ilmiah dan inovasi di bidang sains, teknologi, lingkungan, dan kewirausahaan. Pada penyelenggaraan sebelumnya, kompetisi ini diikuti oleh 447 tim dari 9 negara, menunjukkan reputasi dan daya saing internasional yang tinggi.

Tim TRKP mengirim 2 tim, tim pertama diketuai oleh Tim ini diketuai oleh Riyan Dwi Saputra dengan anggota Imam Tegar Kurniawan, Haykal Irfan Naufal, Ahmad Luthfy Albantany, dan Muhammad Fikri Darel Spin. Tim kedua Undip diketuai oleh Andhika Berliano Radya Nugraha, Bima Panji Wirabumi, Shendi Setyawan, Surya Dias Saputra, Taufiq Putra Adinata, dan Fahrul Azmi, di bawah bimbingan Dr. Zulfaidah Ariany, S.T., M.T.

Tim pertama mengusung karya berjudul Converting Marine Plastic Waste into Energy for Sustainable Maritime Transport. Karya ini berfokus pada pemanfaatan limbah plastik laut menjadi energi alternatif. Inovasi ini bertujuan untuk mendukung sistem transportasi maritim yang berkelanjutan. Limbah plastik diolah menjadi bahan bakar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi kapal. Solusi ini diharapkan mampu mengurangi pencemaran laut sekaligus memenuhi kebutuhan energi transportasi.

Ketua tim 1 Riyan Dwi Saputra menyampaikan bahwa AISEEF merupakan kompetisi ilmiah tingkat internasional yang berfokus pada pengembangan penelitian dan inovasi di berbagai bidang. Kompetisi ini mencakup kategori seperti fisika, energi, lingkungan, dan rekayasa teknik. Peserta diharuskan mempresentasikan karya ilmiah yang telah mereka teliti sebelumnya. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek inovasi, kebermanfaatan, serta potensi implementasi karya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong lahirnya solusi terhadap permasalahan global melalui pendekatan ilmiah.

Tim kedua mengusung karya berjudul “SHIPLEX: Design of an AI-Based Assistant for Navigating Ship Classification Rules in Ship Design.” SHIPLEX merupakan platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu proses klasifikasi dan navigasi regulasi dalam desain kapal. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas regulasi klasifikasi kapal yang tersebar dalam berbagai dokumen teknis dari badan klasifikasi internasional, sehingga proses penelusuran aturan sering kali membutuhkan waktu panjang serta ketelitian tinggi.

Ketua tim 2, Andhika Berliano Radya Nugraha, menyampaikan bahwa pengembangan SHIPLEX berangkat dari kebutuhan nyata di industri perkapalan terhadap sistem asistif digital yang mampu mengintegrasikan regulasi dengan proses desain secara efisien. “Melalui SHIPLEX, kami berupaya menghadirkan solusi berbasis AI yang dapat membantu perancang kapal dalam mengakses dan mengklasifikasikan aturan secara lebih cepat, akurat, dan sistematis. Kompetisi ini menjadi wadah pembelajaran yang sangat berharga bagi kami untuk menguji inovasi di tingkat internasional sekaligus meningkatkan kemampuan kolaborasi dan komunikasi ilmiah,” ujarnya.

Gambar Tim 2 dengan Dosen Pembimbing Dr. Zulfaidah Ariany, S.T.,M.

Dosen pembimbing tim, Dr. Zulfaidah Ariany, S.T., M.T., menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan kualitas pembelajaran vokasi yang menekankan pada penerapan ilmu secara praktis dan relevan dengan kebutuhan industri. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi TRKP memiliki daya saing global dan mampu menghasilkan inovasi terapan yang menjawab tantangan industri maritim. Integrasi antara riset, praktik, dan penguasaan teknologi digital menjadi kunci dalam mendorong lahirnya solusi-solusi yang berdampak,” tuturnya.

Keberhasilan meraih Silver Medal pada AISEEF 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga bagi Prodi TRKP Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi, mengembangkan kompetensi profesional, serta berkontribusi dalam kemajuan teknologi maritim nasional dan global.